Laman

Jumat, 03 September 2010

NURDIN DI "GOYANG" (KEMBALI)

Tanggal 4 Juni lalu KOI mengesahkan AD/ART terbarunya. Pengesahan AD/ART ini sudah disetujui secara aklamasi oleh para anggota yang hadir pada Kongres Istimewa KOI bulan Mei lalu. AD/ART ini pun sudah dikirim ke Komite Olahraga Internasional (IOC). Pengesahan AD/ART ini membuat Ketua Umum PSSI Nurdin Halid kebakaran jenggot. Ya.. Karena dalam AD/ART terbaru ini ada pasal yang menyebut soal larangan seorang mantan narapidana memimpin organisasi olahraga nasional..

Kita semua tahu Nurdin pernah dua kali mendekam di “hotel” Cipinang karena terkait 2 kasus korupsi. Pertama kasus penyelundupan gula impor illegal pada 2004. Satu lagi tahun 2007 kasus korupsi impor beras dan minyak goreng.

Nurdin pun marah dengan pasal dalam AD/ART KOI ini. Pasalnya Nurdin tidak bisa mencalonkan lagi sebagai ketua untuk periode mendatang. Pria kelahiran Bone ini seperti di “goyang “ kembali. Pada tahun 2009 FIFA juga sempat tidak mengakui status Nurdin sebagai Ketua Umum PSSI karena status mantan napinya menyalahi statute FIFA. Tapi akhirnya lewat lobi-lobi yang intensif dari konco-konco Nurdin di jajaran teras PSSI, FIFA pun mengakui Nurdin sebagai Ketua Umum PSSI.

Dalam dialognya dengan salah seorang wartawan media olahraga Nasional, Nurdin tidak mengakui pengesahan AD/ART KOI tersebut. “Pengesahan AD/ART menyalahi aturan organisasi. Seharusnya rancangan draf AD/ART yang telah disusun tim pokja yang diketuai Ketua KOI Rita Subowo dipaparkan ke rapat pleno, tidak serta merta disahkan dan langsung dikirim ke IOC” kata pria asal Makasar ini.

Nurdin pun tidak akan menuruti isi pasal soal mantan napi dalam AD/ART KOI. Alasannya AD/ART tersebut menyalahi UUD 45 pasal 28, UU no 3 tahun 1999 tentang HAM, dan UU no 11 tahun 2005 tentang Ratifikasi, Konvensi Hak Sipil dan Politik.

Dengan nada berapi-api Nurdin berkata “Perlu dicatat jangankan untuk menjadi Ketua Umum PSSI, untuk menjadi Presiden RI sekalipun saya diperbolehkan. Lha ironisnya KOI justru mengebiri hak azasi saya sebagai warga Negara. Kasihan dong saya dan Bob Hasan (Ketua PASI) hanya karena pernah mendekam di penjara lantas tidak boleh aktif membina dan memajukan dunia olahraga nasional.”

Nurdin pun memberikan sejumlah nama seperti A.M. Fatwa yang pernah dipenjara tapi di kemudian hari menjadi wakil Ketua MPR/DPR. Nelson Mandela yang diperlakukan amat istimewa oleh FIFA saat penyelenggaraan WC 2010 Afsel padahal Mandela pernah dipenjara selama 28 tahun.

Sah-sah saja jika Nurdin protes karena dia punya tameng hukum dalam UU yang disebut di atas. Tapi jika Nurdin memberikan contoh seperti A.M. Fatwa dan Nelson Mandela itu konteksnya sangat berbeda dengan Nurdin saat ini. A.M. Fatwa dijebloskan ke penjara karena pandangan politiknya bersebrangan dengan politik Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto yang berkuasa saat itu. Sedangkan Nelson Mandela terbelenggu dalam penjara selama hampir 28 tahun karena melakukan perlawanan terhadap rezim Apartheid yang membedakan warna kulit di Afrika Selatan. Setelah rezim Orde Baru dan Aparheid runtuh A.M. Fatwa dan Mandela bahkan dianggap sebagai pahlawan. Sedangkan Nurdin dua kali masuk penjara karena kasus korupsi yang selama ini sangat di benci masyarakat Indonesia.

Pembentukan AD/ART KOI didasari oleh etika dan keinginan luhur olahraga sebagai ajang yang menjunjung tinggi kehormatan, kejujuran, persahabatan dan disiplin. Kita lihat saja faktanya di masyarakat, PSSI di bawah pimpinan Nurdin Halid seperti tidak memiliki wibawa. Cemoohan, hinaan dan umpatan setiap harinya terus keluar dari mulut masyarakat Indonesia dengan miskinnya prestasi timnas, maraknya kasus suap, penyelenggaraan kompetisi yang masih acak-acakan bin amburadul, anarkisme dan hal buruk lainnya.

Buka hati nurani Anda Bapak Nurdin Halid yang terhormat. Sampai detik ini Anda tidak bisa memberikan citra positif bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat sudah kenyang dengan program kerja yang Anda anggap baik selama ini tapi kenyataannya prestasi timnas terus menukik tajam. Kalau Anda memang memiliki niat tulus untuk memajukan sepak bola Indonesia berjiwa satria lah untuk turun dari singgasana Anda saat ini.

Untuk memajukan sepak bola nasional tidak menjadi Ketua Umum PSSI pun Anda bisa melakukannya, contohnya Anda bisa mendirikan Akademi Sepak Bola yang bisa mencetak pemain-pemain hebat di masa mendatang.

Minggu, 15 Agustus 2010

Peluang MU

Di era Premier League terkait dengan perebutran gelar The Shield pernah muncul pola yang memperlihatkan bahwa pemenang The Shield cenderung tidak bisa menjuarai Premier League. Fakta ini berubah seiring datangnya taipan minyak asal Rusia Roman Abramovich pada musim 2003/2004. Abramovich menjadikan Chelsea tim bertabur bintang yang sangat disegani. Pada musim 2005/2006 The Blues tercatat bisa mengawinkan gelar The Shield dengan mahkota Premier League. Sejak saat itu muncul pola baru yaitu tim yang menjuarai Community Shield berhasil merebut trofi Premiership. Kecuali pada musim 2006/2007 saat Liverpool juara The Shield tapi trofi Premiership direbut MU.

Community Shield musim ini telah digelar dan MU sebagai Juaranya setelah mengalahkan Chelsea 2-0. Walaupun menjuarai The Shield MU belum pasti bisa meraih gelar Premiership seperti pada musim 2007/2008 & 2008/2009 saat mereka mengawinkan gelar The Shield dengan Premiership. Musim ini dipastikan akan lebih berat dari musim lalu. Calon Juara tidak hanya di kuasai lagi oleh 2 atau 3 klub tapi menjadi 5 klub. Chelsea, MU, Arsenal, Liverpool, dan Man City. MU harus lebih berhati-hati dan penuh konsentrasi menhadapi musim ini.

Chelsea walaupun ditinggal Ballack, Deco, Joe Cole masih menjadi favorit terkuat juara. Chelsea memang kurang “garang” dalam bursa transfer mereka hanya mendatangkan Yossi Benayoun dari Liverpool dan Ramires gelandang muda berbakat asal Brazil. Tapi dengan skuad lama yang rata-rata membela Chelsea lebih dari 3 musim akan menjadikan permainan Chelsea lebih padu karena pemainnya sudah saling mengenal satu sama lain. Arsenal pun akan menghadirkan terror bagi MU, skuad muda Arsene Wenger ini lebih matang dan dewasa dari musim lalu. Perginya Eduardo tidak berpengaruh karena mereka dapat penggantinya dalam diri Maroune Chamakh yang diyakini akan bersinar bersama Arsenal.

Liverpool pun demikian mereka sangat ingin mengakhiri puasa gelar Premiership. Walaupun mereka sempat diterpa krisis kepemilikan tapi pelatih Roy Hodgson berhasil menggaet Joe Cole dari Chelsea dan mempertahankan Gerrard dan Torres yang selalu diisukan akan hengkang dari Anfield. Keadaan ini membuat kamar ganti The Kop menjadi harmonis, ketiga pemain itu akan menjadi kunci bagi Liverpool untuk meraih gelar. Satu lagi yang akan membuat musim ini lebih sulit ditebak siapa juaranya adalah kekuatan uang Man City. Tim sekota MU ini begitu royal dalam membeli pemain. The Citizen tecatat menghabiskan 80 juta pound (Rp 1,1 triliun) untuk membeli David Silva, Boateng, Kolarov, dan Yaya Toure. Pengeluaran City masih bisa bertambah mengingat mereka masih bernegosiasi untuk pembelian Ibra dan Balloteli. Kehadiran para pemain bintang di tubuh Man City menjadikan mereka berpeluang meraih gelar Premier League.

Belum lagi tim-tim seperti Tottenham, Aston Villa, Fulham ataupun Brimingham diyakini akan membuat jalan MU untuk mengawinkan gelar The Shield dan Premiership menjadi lebih berat. Tapi dalam sepakbola semuanya masih bisa terjadi. Kita lihat saja setelah 38 pertandingan digelar. Siapapun juaranya dipastikan tidak akan mudah meraihnya.

Kamis, 12 Agustus 2010

Hanya Ada di Indonesia

Ya itulah judul yang pantas untuk apa yang terjadi di final Piala Indonesia yang berlangsung di Solo tgl 1 Agustus lalu. Sepak Bola Indonesia selalu saja menghadirkan kontroversi daripada prestasi yang bisa dibanggakan. Apa yang terjadi di Solo merupakan tanda kalau PSSI sudah tidak memiliki lagi wibawa di mata institusai lainnya di negri ini. Seperti kita tahu dalam pertandingan final yang mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan Arema Malang sempat terhenti hampir satu jam lamanya.

Pada saat itu Kapolda Jateng Irjen Polisi Alex Bambang Riatmodjo meminta pergantian wasit. Menurut Alex,  wasit Jimmy Natpitupilu asal Jakarta yang memimpin jalannya pertandingan final itu berat sebelah. Kejadian bermula saat striker Arema asal Singapura Noh Alam Shah melakukan tendangan kung fu yang membahayakan pemain bertahan Sriwijaya FC. Jimmy pun langsung menghadiahi Along kartu merah. Keputusan Jimmy ini memancing kemarahan Aremania yang memadati stadion Manahan Solo. Oknum Aremania melakukan pelemparan ke dalam lapangan pertandingan dan merusak fasilitas Stadion Manahan Solo.

Pada saat jeda babak pertama dengan alasan keamanan Kapolda Jateng meminta pergantian wasit. Permintaan ini sontak membuat kaget perangkat pertandingan dan wasit Jimmy sendiri. Benar-benar memalukan!!!! Kapolda Jateng itu mengaku menyukai sepak bola tapi nampaknya dia tidak mengerti peraturan dalam sepak bola. Dalam Law of the game wasit dalam sebuah pertandingan bisa digambarkan seorang raja yang absolut tidak ada yang bisa menurunkannya dari singgasana. Jangankan Kapolda, Presiden sekalipun tidak bisa mengganti wasit. Perggantian wasit hanya terjadi bila wasit yang memimpin pertandingan tidak mampu melanjutkan tugasnya karena sakit itu pun harus ada surat keterangan dari Dokter.

Apapun alasannya apa yang dilakukan oleh Kapolda Jateng itu menambah aib sepakbola kita. Ini hanya benar-benar terjadi di Indonesia. Saat babak 16 besar Piala Dunia 2010  yang mempertemukan Inggris vs German terjadi kontroversi saat gol Lampard tidak di sahkan wasit, tapi kepolisian setempat tidak meminta pergantian wasit. Padahal saat itu stadion dipadati oleh Hooligan Inggris yang terkenal tukang rusuh. Contoh lainnya semifinal Liga Champion antara Chelsea vs Barcelona. Dalam pertandingan itu terjadi 4 kali pelanggaran yang sangat jelas di kotak pinalti Barca tapi wasit tidak menunjuk titik putih. Saat itu pun kepolisian London tidak meminta pergantian wasit.

Polisi itu dilatih untuk menghadapi situasi – situasi genting, kenapa harus takut dengan kerusuhan????? Bila memang terjadi kerusuhan bertindak tegaslah pada pelaku kerusuhan itu. Contohlah kepolisian Inggris dalam menindak para Hooligan. Kepolisian Inggris membentuk satuan anti Hooligan.

Kejadian memalukan ini jangan sampai terulang lagi dikemudian hari. Kepolisian harus mengetahui batas-batas kekuasaan mereka yang tidak bisa memasuki ranah sepak bola. Begitu juga dengan PSSI yang harus terus berbenah dalam berbagai aspek untuk kemajuan sepakbola Indonesia

 

ACAB

PSSI BANGSAT

Raul Gonzalez

Pagi ini saya membaca tabloid sepakbola yang sudah cukup lama dan terkenal di negeri ini. Berita-berita dalam tabloid ini terbilang up to date ditambah penyajiannya yang menarik semakin memanjakan mata. Tabloid mingguan yang dipimpin oleh Adrian. S. Herlambang ini selalu mengupas profil pemain bintang di halaman 16 & 17. Edisi kali ini mengupas tentang Raul Gonzalez sang Pangeran Madrid.

 Jika kita berbicara tentang Raul Gonzalez Blanco maka kita berbicara tentang legenda hidup Real Madrid. Sang Pangeran Madrid yang lahir 27 Juni 1977 ini menghabiskan 16 tahun karir sepakbolanya bersama Real Madrid. Lebih istimewa lagi 16 tahun itu menghasilkan 16 trofi bagi el Real. Rinciannya 3 Liga Champion Eropa, 6 La Liga, 2 Piala Dunia Antar Klub, 1 Super Eropa, 4 Super Spanyol

 Saat ini sang Pangeran Madrid telah berganti status menjadi Kaisar Schalke 04. Hari Senin (26/7) Raul telah resmi meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan klub Jerman yang ambisius Schalke 04. Tangisan dan teriakan haru seakan meledak saat puluhan ribu Madridistas melepas kepergian Sang Pangeran.

 Raul merupakan sosok seorang fenomena yang harus dijadikan contoh oleh para pemain muda saat ini. Selain prestasi yang hebat Raul juga adalah pribadi yang benar-benar hebat. Raul orang yang santun baik di luar maupun di dalam lapangan. Selama berkarir 16 tahun di Real Madrid Raul adalah pemain yang tak pernah mendapatkan kartu merah dari pengadil lapangan. Selain itu Raul pernah tidak mendapat satupun kartu kuning selama lebih dari 2 musim. Hal ini membuat Raul dijuluki The Gentleman of fair play. Catatan yang menakjubkan jika melihat jumlah penampilan Raul yang mencapai 741 laga resmi di semua ajang bersama Los Galacticos.

 Ada fakta menarik tentang kehidupan keluarga Raul Gonzalez. Raul mencintai sepak bola melebihi segalanya. Saking cintanya pada sepak bola Raul rela meniggalkan Istana Barnebau untuk selalu bermain bersama Schalke 04. Raul punya cara unik menunjukan rasa cintanya kepada sepak bola. Kelima nama anaknya, 4 laki-laki, 1 perempuan terinspirasi oleh nama-nama legenda sepak bola dunia.

 Anak pertama Jorge Raul lahir pada 25 Februari 2000. Raul memberi nama Jorge tak lain sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa Jorge Valdano (legenda Madrid) diawal karirnya. Valdano merupakan tokoh sentral di awal Raul meniti karir sepak bolanya. Valdano memberi kepercayaan kepada Raul untuk bermain di tim utama saat masih berusia 17 tahun. Anak kedua yang lahir 20 November 2002 diberi nama Hugo. Nama ini tak lepas dari kekaguman Raul kepada Hugo Shanchez.Begitupun dengan si kembar Mateo dan Hector yang lahir pada 17 November 2005. Hector diambil dari nam Hector Rial legenda Madrid lainnya, sedangkan Mateo terinspirasi dari legenda Jerman dan striker terbaik sepanjang massa Bsyern Munchen Lothar Matthaus. Sedangkan satu-satunya anak perempuan diberi nama Maria Gonzalez Redondo lahir pada 4 desember 2009. Nama Redondo diambil dari gelandang andal Madrid dan Spanyol Fernando Redondo.

Senin, 09 Agustus 2010

Bagaimana Nasibmu Kaka

Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Kaka didatangkan oleh Presiden Real Madrid Florentino Perez dari AC Milan pada tahun 2009 dengan nilai transfer mencapai 68,5 juta euro atau setara dengan sekitar Rp. 808,7 miliar. Kaka didatangkan Perez dalam proyek Los Galacticos jilid 2 bersama Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Raul Albiol, dan Xabi Alonso. Kaka yang bersinar bersama AC Milan dengan mengantarkan tim kota mode Italia itu menjuarai Liga Champion 2005 dan 2007 gagal menunjukan sinarnya bersama Real Madrid.

Musim lalu di bawah arahan Manuel Pellegrini pilar Brazil di Piala Dunia 2010 ini hanya bermain 25 laga dari 35 jornada. Rinciannya 21 sebagai starter dan 4 sebagai pengganti. Catatan yang kurang bagus untuk pemain berbandrol 68,5 juta euro. Problem cedera lah yang membuat Kaka tidak bisa menunjukan performa terbaiknya. Kaka mengalami hernia dan cedera tulang selangkangan. Sampai saat ini pun cedera Kaka belum sembuh total.

Kaka kembali bergabung ke tim Madrid yang sedang pemusatan latihan di Los Angles Amerika dengan membawa surat rekomendasi dari tim dokter Brazil di Piala Dunia 2010. Surat rekomendasi itu menyatakan Kaka belum sembuh total dari cederanya. Menurut Dr kenamaan di Spanyol Dr. Gonzalez, hanya ada satu cara agar Kaka bisa pulih total dari cederanya yakni naik meja operasi. Resikonya Kaka harus absen 2-4 bulan untuk pemulihan. Ini merupakan kerugian yang besar bagi Real Madrid mengingat besaran gaji Kaka yag mencapai Rp. 1,95 miliar per minggu. Seandainya Madrid tidak melakukan operasi, kondisi fisik Kaka diperkirakan tidak lebih dari 85% kondisi normal. Sedangkan dasar melatih Mourinho, hanya akan pemain yang kondisi fisiknya 100%

Kondisi ini tak pelak membuat Kaka diprediksi akan mengikuti jejak Raul Gonzalez, Guti Hernandez, dan Crishthop Metzelder yang sudah lebih dulu angkat kaki dari Real Madrid. Saat ini Mourinho membutuhkan seorang bek kanan dan striker murni. Opsi pertama yang mungkin adalah tukar guling dengan striker Barcelona Zlatan Ibrahimovic. Pemain berjuluk Ibracadabra ini pernah bekerja sama dengan Mourinho ketika masih di Inter Milan. Ibra juga tidak mendapat jaminan sebagai pemain inti di Barca seirin dengan kedatangan David Villa di awal musim. Tapi kemungkinan ini tergantung keputusan manajemen Barcelona.

Opsi kedua adalah menerima tawaran dari Manchester City atau Chealseauntuk Kaka. Walau tampil mengecewakan di musim lalu, Madrid masih bisa menjaga nilai juak Kaka di kisaran 30 juta euro. Hasil dari penjualan Kaka bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan Maicon dari Inter Milan yang sampai proses negosiasinya masih a lot. Selain itu alokasi gaji Kaka bisa dialihkan untuk menggaji Maicon yang meminta Rp. 75 miliar pertahun.

Bursa transfer masih terbuka lebar sampai akhir Agustus. Berbagai kemungkinan masih bisa terjadi termasuk bertahannya Kaka di Estadio Barnebau. Seandainya Madrid menjual Kaka, public akan mencap pembelian Kaka sebagai pembelian yang gagal mengingat kontribusi Kaka yang minim di musim lalu. Cap gagal ini merupakan aib bagi Presiden Madrid Florentino Perez yang paling bernafsu mendatangkan Kaka pada tahun 2009.

Selasa, 03 Agustus 2010

Isu Transfer Fabregas

Liga – liga top di daratan Eropa akan segera dimulai. Hanya hitungan minggu untuk kita menyaksikan seniman lapangan hijau kembali beraksi. Seperti tahun-tahun sebelumnya masa pra musim selalu dihangatkan oleh bursa transfer pemain. Tim-tim kaya Eropa berlomba-lomba untuk meminang pemain incarannya. Salah satunya jawara la liga spanyol Barcelona. Setelah sukses mendatangkan David Villa dari Valencia kini El Barca mencoba “mengajak pulang” mantan pemain muda mereka yang kini berseragam Arsenal Cesc Fabregas. Seperti kita ketahui Cesc Fabregas merupakan produk didikan akademi Barcelona Junior.

Sebelum gelaran Piala Dunia 2010 Afrika Selatan digelar El Barca sudah menyatakan keinginannya untuk memboyong Fabregas ke Camp Nou. Setelah Piala Dunia selesai dan menghadirkan juara baru yaitu Spanyol, keinginan El Barca semakin nyata saja. Keinginan Azulgrana nampaknya tidak bertepuk sebelah tangan karena sang pemain pun nampaknya berminat kembali ke kampung halamannya. Itu tergambar saat Skuad Spanyol merayakan gelar juara dunia mereka yang pertama. Saat itu Fabregas nampak memakai kaos Barcelona.

Tapi menurut analisa saya, kemungkinannya kecil untuk saat ini Fabregas merapat ke Camp Nou. Arsene Wenger pelatih Arsenal tidak akan melepaskan jantung permainan Arsenal ini. Wenger masih sangat membutuhkan tenaga Fabregas untuk mengakhiri puasa gelar selama 6 musim terahkhir ini. Kalaupun dilepas pastinya pihak Arsenal akan mematok harga yang tinggi untuk Fabregas. Sedangkan saat ini El Barca sedang mengalami krisis finansial itu ditunjukan dengan nilai hutang klub sebesar hampir Rp. 5 triliun. Jika Arsenal benar-benar mematok harga tinggi sepertinya El Barca akan berpikir ulang untuk mendatangkan Fabregas.

Faktor lain yang membuat kepindahan Fabregas akan gagal adalah skuad Barcelona saat ini. Di bawah arahan Guardiola Barcelona masih menggunakan formasi 4-3-3 dengan 3 orang gelandang yaitu Xavi, Iniesta, dan Sergio Basquet. Posisi gelandang bertahan sepertinya akan menjadi milik Sergio Basquet, cukup riskan mengganti Basquet yang sudah menyatu dengan tim oleh Fabregas. Xavi dan Iniesta posisi mereka tak tergantikan jika mereka tidak diserang cedera. Lantas mau di mana Fabregas dengan formasi itu?? Menjadi pemain cadangan seperti di timnas Spanyol??? Ironis seandainya pemain muda sekelas Fabregas duduk manis di bangku cadangan.

Tapi dalam sepak bola tidak ada yang tidak mungkin. Semua kemungkinan akan terjadi sebelum jendela transfer ditutup. Apapun yang terjadi pada Fabregas baik tetap bertahan di London Utara ataupun kembali pulang ke Barcelona, semoga saja dia masih bisa memanjakan para pecinta sepak bola dengan permainan cantiknya.

Minggu, 18 Juli 2010

Leg pertama Arema vs Persib

Pertandingan leg pertama babak perempat final Piala Indonesia antara Arema Indonesia vs Persib Bandung akhirnya dimenangkan oleh tuan rumah Arema dengan skor yang cukup telak 3-0. Ketiga gol yang dicetak oleh Arema semuanya terjadi di babak ke-2. Di babak pertama Arema mendominasi jalannya pertandingan dengan memeragakan permainan cepat dan menekan pertahanan Persib. Beberapa peluang tercipta lewak kaki Roman Chemelo, M.Ridhuan, dan M.Fakhrudin. Namun karena kesigapan Markus Harisson gawang Persib tetap perawan.

Kehilangan Eka Ramdani dan Satoshi Otomo di lini tengah menyebabkan Persib kesulitan mengimbangi permainan lini tengah Arema. Cucu Hidayat yang diplot untuk mengisi pos Eka Ramdani bermain kurang maksimal, begitu pun dengan Atep yang digeser bermain ke tengah. Nampaknya hanya Hariono yang bermain cukup bagus di babak pertama. Sepuluh menit terakhir babak pertama para pemain Persib mencoba keluar dari tekanan Arema dan melakukan serangan balik ke jantung pertahanan Arema.

Beberapa kali Gonzalez dan Budi Sudarsono dilanggar oleh para pemain Arema. Sebenarnya Persib mendapat peluang mutiara saat umpan silang Wildansyah dari sayap kiri disambut oleh Budi Sudarsono yang berdiri bebas, Budi pun dilanggar oleh Piere Njanka dan wasit Jimmy asal Jakarta tanpa ragu menunjuk titik putih. Sayang seribu sayang Gonzalez yang menjadi eksekutor pinalti gagal menaklukan kipper masa depan Indonesia Kurnia Meiga. Tendangan keras Gonzalez berhasi di tepis dengan gemilang.

Di awal babak kedua Persib mencoba menguasai pertandingan dengan memainkan bola dari kaki ke kaki. Tapi sayang suplai bola ke lini depan yang minim dan berlapisnya pertahanan Arema membuat serangan Persib mudah dimentahkan. Sebaliknya Arema membuka keunggulan di menit 60 melalui tendangan Volly Rahmad Affandi memanfaatkan umpan lambung Zulkifli dari sisi kiri pertahanan Persib. Selang beberapa menit Arema menambah keunggulannya lewat pinalti Piere Njankan setelah tendangan volley Dendy Santoso mengenai tangn Gilang Angga. Unggul 2-0 tidak membuat tekanan Arema menjadi longgar, pemain Arema terus menggempur pertahanan Persib dan akhirnya gol ketiga pun lahir melalui Dendy Santoso memanfaatkan celah kosong di sisi kiri pertahanan Persib. Sisi kiri pertahanan Persib merupakan kartu mati dalam pertandingan itu.

Tertinggal 3 gol membuat Persib mau tidak mau harus bermain menyerang, Robby Darwis memasukan Airlangga dan Munadi untuk menambah daya gedor. Namun lagi-lagi pertahanan Arema yang disiplin membuat serangan Persib selalu gagal. Mendekati akhir pertandingan Persib kembali mendapatkan hadiah pinalti setelah Budi dilanggar di kotak pinalti. Gonzalez yang menjadi eksekutor untuk kedua kalinya kembali gagal menaklukan Kurnia Meiga. Sampai berbunyinya pluit tanda pertandingan berakhir skor tidak berubah 3-0 untuk Arema

Hasil ini membuat satu kaki Arema sudah berada di semifinal, sebaliknya akan menjadi tugas berat bagi Robby Darwis untuk membalikkan keadaan saat Persib menjamu Arema di Bandung tgl 22 Juli.

Jumat, 16 Juli 2010

SUPPORTER

Dalam sepuluh tahun terakhir ini sepakbola Indonesia menunjukan grafik yang menurun. Janganlah kita berbicara tingkat Asia, tingkat Asean saja Indonesia sudah mulai keteteran dengan kemajuan yang ditunjukan oleh sesama negara tetangga. Salah satu contohnya Indonesia dalam Piala Tiger yang kini menjadi Piala AFF selalu mudah masuk final, walaupun selalu kalah di partai puncak itu. Sekarang untuk lolos ke semifinal saja Indonesia sudah terengah-engah.

Jika dulu Indonesia menjadikan Vietnam, Laos, Kamboja, Filipina, Brunei sebagai lumbung gol sekarang sudah tidak bisa lagi. Negara-negara itu menunjukan grafik yang meningkat terutama dua nama terdepan. Vietnam dengan mengejutkan banyak pihak berhasil menjuarai Piala AFF terakhir dengan menghancurkan raksasa Asia Tenggara Thailnad. Vietnam juga berhasil melangkah lebih jauh dari Indonesia dalam Kualifikasi Pilala Dunia 2010.

Yang paling mengejutkan dan menusuk hati supporter Indonesia adalah kemajuan Laos. Dalam pergelaran Sea Games terakhir Indonesia dikalahkan oleh Loas 2 gol tanpa balas. Kenyataan yang sangat menyakitkan karena dalam sejarah sepak bola Indonesia, Laos tidak pernah bisa mengalahkan Indonesia.

Ada apa dengan sepak bola Indonesia?? Banyak faktor yang menyebabkan sepakbola Indonesia seprti terjun payung. Banyak yang berkata “ Sepak bola Indonesia tidak akan maju karena supporter nya suka pada rusuh” atau “Supporter di Indonesia kampungan, kalau tim kesayangnnya kalah pasti rusuh, wajar saja sepak bola nya tidak maju-maju.”

Harus diakui supporter klub Liga Indonesia selalu berbuat rusuh yang menjurus anarkis, tidak hanya supporter berbeda tim tapi juga supporter dengan tim yang sama. Tak perlu disebutkan lagi kerusuhan yang ditimbulkan oleh mereka. Semua orang sudah tahu bagaimana Viking vs The Jakwaria ataupun Aremania vs Bonek. Tidak hanya 4 kelompok terbesar itu, kelompok lainnya pun selalu berulah.

Tapi perlu ditekankan KETERPURUKAN SEPAKBOLA INDONESIA BUKAN KARENA SUPPORTERNYA YANG SUKA RUSUH. Tulisan ini bukan merupakan pembenaran bagi kerusuhan yang selalu ditimbulkan oleh supporter di Indonesia. Segala bentuk kerusuhan itu adalah hal negative apapun alasannya.

Jika kita berkaca kepada sepak bola Eropa, sepakbola yang sudah sangat maju. Supporter di benua biru itu justru lebih keras dan lebih gila. Di Eropa semua orang sudah tahu reputasi buruk Hooligan dan Ultras. Hooligan merupakan sebutan untuk supporter Inggris dan Ultras sebutan untuk supporter Italia. Dan kemudian nama itu diadopsi oleh negara-negara lain di Eropa bahkan sampai ke Asia. Saya tidak akan menjelaskan lebih jauh lagi tentang Hooligan dan Ultras silahkan saja liat video di bawah ini dan anda nilai sendiri.





Terakhir bagi kalian yang menganggap keterpurukan sepak bola Indonesia karena ulah supporternya, Kalian SALAH BESAR!!!!. Selama Rezim NH berkuasa di PSSI sampai kapanpun sepakbola Indonesia tidak akan maju. Rezim NH tidak benar-benar mencintai sepakbola mereka hanya menjadikan PSSI sebagai kendaraan politik untuk mencapai tujuan pribadi dan golongannya

Kamis, 08 Juli 2010

Pelatih dan Propaganda


Kompetisi Liga Super Indonesia akan segera datang dan menjadi tantangan bagi Persib Bandung. Tapi sampai sejauh ini Manajemen masih belum menentukan siapa yang akan menjadi arsitek Persib musim depan. Alasan yang diapungkan oleh manajemen memang masuk akal, jika terburu-buru menentukan pelatih untuk musim depan takutnya mengganggu konsentrasi tim yang sedang berjuang untuk merebut gelar tersisa Piala Indonesia.

Kehadiran Daniel Darko Janakovic memang sedikit memberikan gambaran siapa yang akan melatih persib musim depan. Sepertinya hanya menunggu waktu saja bagi Daniel untuk menjadi pelatih kepala Persib. Saya bisa pastikan 75% Daniel akan menjadi pelatih Persib musim depan. Kenapa?? Karena Daniel adalah pilihan dari Konsorsium Peduli Persib yang selama ini menjadi sumber dana bagi Persib. Selain itu Daniel adalah rekomendasi dari pelatih top dunia Bora Milyutinovic yang berhasil membawa beberapa negara berlaga di Piala Dunia.

Seandainya Daniel jadi menukangi Persib musim depan, selain dia harus memenuhi persyaratan seperti yang saya tulis di postingan sebelum ini dia juga harus menganggap sepak bola seperti perang. Dalam peperangan sebelum kita menghancurkan kota musuh kita harus menhancurkan psikis atau kejiwaan pasukan lawan. Sun Tzu dalam karyanya Ping-fa (The Art of War) menulis. "Semua perang", katanya. "berdasarkan pengelabuan. Oleh karena itu, ketika mampu menyerang, kita harus terlihat tidak berdaya, ketika kita menggunakan kekuatan, kita harus terlihat tidak aktif, ketika kita dekat, kita harus membuat percaya bahwa kita sangat jauh, ketika kita berada jauh, kita harus membuat mereka yakin kita dekat. Tahan musuh, munculkan kekakaucan dan serang mereka".

Memang bisa dimengerti oleh akal kenapa kita harus menghancurkan atau sekedar mengacaukan mental lawan terlebih dahulu. Karena di saat lawan sedang lengah secara mental kita akan mudah menghancurkan lawan. Untuk melakukan hal tersebut sang pelatih dalam hal ini Daniel bisa menggunakan teknik propaganda.

Ada 7 Teknik Propaganda yang terkenal (disadur dari buku The Fine Art of Prapaganda, Alfred McClung Lee & Alizabeth Briant Lee, 1939)
1. Name Calling, teknik memberikan label buruk pada sesuatu gagasan/orang/lembaga supaya sasaran tidak menyukai atau menolaknya.
2. Glittering Generality, teknik menghubungkan sesuatu dengan ‘kata yang baik’ dipakai untuk membuat sasaran menerima dan menyetujui sesuatu tanpa memeriksa bukti-bukti.
3. Transfer, teknik membawa otoritas, dukungan, gengsi dari sesuatu yang dihargai dan disanjung kepada sesuatu yang lain agar sesuatu yang lain itu lebih dapat diterima.
4. Testimoni (kesaksian), teknik memberi kesempatan pada orang-orang yang mengagumi atau membenci untuk mengatakan bahwa sebuah gagasan atau program atau produk atau seseorang itu baik atau buruk.
5. Plain Folks, teknik propaganda yang dipakai pembicara propaganda dalam upaya meyakinkan sasaran bahwa dia dan gagasan-gagasannya adalah bagus karena mereka adalah bagian dari ‘rakyat’.
6. Card Staking, meliputi pemilihan dan pemanfaatan fakta atau kebohongan, ilustrasi atau penyimpangan, dan pernyataan-pernyataan logis atau tidak logis untuk memberikan kasus terbaik atau terburuk pada suatu gagasan, program, orang, atau produk. Teknik ini memilih argument atau bukti yang mendukung sebuah posisi dan mengabaikan hal-hal yang mendukung posisi itu. Argument-argumen yang dipilih bisa benar atau salah.
7. Bandwagon, teknik ini digunakan dalam rangka meyakinkan kepada sasaran bahwa semua anggota suatu kelompok (di mana sasaran menjadi anggotanya) menerima programnya, dan oleh karena itu sasaran harus mengikuti kelompok dan segera menggabungkan diri pada kelompok.

Saya kagum dengan Jose Mourinho yang saat ini menangani Real Madrid raksasa Spanyol dan Eropa. Terlepas dari tingkah lakunya yang menurut banyak orang krontroversial, dia adalah pelatih yang mampu menerapkan teknik propaganda dengan elegan untuk mengacaukan konsentrasi lawan.

Selama ini saya belum melihat pelatih Persib yang bisa mengacaukan kejiwaan lawan dengan teknik propaganda. Semoga saja Daniel menjadi pelatih pertama yang melakukan hal tersebut dengan elegan dan tidak kampungan. Semoga saja musim depan di tangan Daniel, Persib bisa meraih kembali mahkotanya yang telah lama hilang.

LAIN TEU BISA
TAPI CAN BISA
Persib Selalu di Hati
Persib Takkan Pernah Mati

Kamis, 17 Juni 2010

Calon Pelatih

Siapa pelatih Persib Bandung untuk musim depan masih menjadi tanda tanya bagi semua bobotoh termasuk saya. Manajemen yang semula berjanji akan mengumumkan pelatih minggu kemarin urung terlaksana, mereka berdalih tidak ingin terburu-buru. Calon pun diapungkan ke publik dari mulai pelatih lokal sampai pelatih asing. Semua calon pelatih itu memeiliki kwalitas dan pengalaman melatih yang bagus.

Rahmad Darmawan misalnya. Dia berhasil menyulap Sriwijaya FC yang dulunya Persijatim yang notabene tim “kemarin sore” menjadi tim yang yang diperhitungkan di negri ini itu dibuktikan dengan gelar ganda yang diraih oleh Sriwijaya pada tahun 2007. Selain itu Rahmad juga jeli dalam memilih pemain dai berhasil menemukanpemain seperti Keith Jerome Kayamba Ghumbs yang sudah berumur tapi skill dan fisiknya masih seperti pemain berusia 25 tahun. Ivan Venkov Kolev, nama ini mengingatkan saya dengan permainan impresif yang diperagakan oleh timnas Indonesia di ajang Piala Asia. Walaupun waktu itu Indonesisa gagal melaju ke babak selanjutnya tapi formasi 4-3-3 yang diterapkan Kolev pada saat itu memebuat permainan Indonesia lebih menyerang.

Selanjutnya ada Jaksen F. Tiago, nama ini sudah tidak asing lagi bagi sepakbola Indonesia. Jaksen tercatat sukses sebagi pemain dan pelatih yang berhasil meraih gelar juara. Saat jadi pemain Jaksen meraih gelar juara bersama Persebaya Surabaya, dan saat menjadi pelatih Jaksen bersama Persipura Jayapura musim lalu. Nama asing lainnya adalah Peter With, memang dia belum pernah melatih klub Liga Indonesia tapi dia berpengalaman melatih timnas negara-negara Asia yang level permainannya lebih tinggi. Satu lagi nama asing yakni Robert Rene Albert pelatih asal Belanda yang mengantar Arema ke tangga Juara musim ini.

Siapapun yang akan melatih Persib nantinya harus memiliki kriteria sebgai berikut:
1. DISIPLIN
Inilah modal pertama dan paling utama untuk meraih gelar juara. Sang pelatih harus menerapkan kedisiplinan yang tinggi pada pemainnya. Seperti halnya Mourinho yang memberikan sanksi denda uang kepada pemain nya yang datang terlambat. Kejadian Budi jangan sampai terulang lagi itu sangat memalukan. Sang pelatih juga harus datang lebih awal daripada pemainnya seperti halnya Ranieri, Capello dan Mourinho.
2. PINTAR
Pintar di sini sudah tentu sang pelatih harus mampu meracik taktik dan strategi yang jitu untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan. Selain pintar meramu taktik pertandingan sang pelatih juga harus pintar menjaga kondisi ruang ganti supaya tetap kondusif.
3. MOTIVATOR
Tahun 2004 kala Mourinho masih mengarsiteki FC Porto tidak ada yang mengira FC Porto akan menjadi juara Liga Cahmpion Eropa. Salah seorang pemain Porto bilang “Mourinho seorang motivator yang hebat.”
Sang pelatih harus mamapu mengangkat motivasi pemain disaat down dan menjaga agar motivasi pemain tetap tinggi. Bernain dengan motivasi yang tinggi akan membuahkan hasil yang menggembirakan.

Jika saya bisa memilih saya lebih suka Kolev yang mengarsiteki Persib musim depan. Siapapun pelatih Persib nantinya kita percayakan kepada Manajemen dan konsorsium. Semoga saja sang pelatih nantinya mampu mengantar Persib meraih gelar juara yang selama ini kita nanti-nantikan.

LAIN TEU BISA
TAPI CAN BISA
Persib Selalu di Hati
Persib Tak kan Pernah Mati

Jumat, 28 Mei 2010

Faktor Kegagalan Persib



Liga Super Indonesia edisi kedua tinggal menyisakan satu pertandingan lagi untuk semua tim. Tapi sang juara baru telah lahir yaitu Arema Malang. Bagaimana dengan Persib?? Target Juara yang dipatok di awal musim hancur berantakan. Ada apa dengan Persib?? Berikut analisis saya sebagai bobotoh Persib. Ada faktor internal dan eksternal, tapi saya akan fokus ke faktor Internal.

Di awal musim Persib harus mengawali pertandingan dengan tandang ke Balikpapan melawan Persiba Balikpapan. Awal yang bagus akan mengangkat moral bertanding, tapi sayang dalam pertandingan ini Persib tidak bisa full team karena beberapa pemain harus menjalani hukuman larangan bermain sebagai imbas dari aksi mogok saat melawan Persitara di musim sebelumnya. Persib pun takluk di takluk di tangan tim beruang madu. Setelah dari Balikpapan Persib langsung ke Makasar untuk menghadapi PSM makasar. Dalam pertandingan kedua ini tidak jauh berbeda dengan di Balikpapan. Persib masih belum bisa turun dengan fullteam karena masih beberapa pemain inti masih dalam hukuman komdis. Akhir pertandingan pun mengecewakan, Persib kembali tumbang.

BANYAK KEHILANGAN POIN TANDANG
Musim ini Persib banyak kehilangan poin saat memainkan laga di kandang lawan. Dari 17 laga tandang, Persib hanya mampu meraih 2 kemenangan dari Bontang FC dan Persik Kediri. 3 seri dari Arema, Persipura dan Sriwijaya dan sisanya 12 kali kalah. Yang lebih ironi Persib kehilangan poin dari tim-tim yang diatas kertas kwalitasnya masih di bawah Persib seperti Pelita Jaya, Persitara, Persema, Persela, Persisam, PSPS. Ini merupakan rekor buruk bagi tim sekelas Persib yang dihuni pemain bintang.

KEHILANGAN PEMAIN BINTANG
Kepergian beberapa pemain bintang nampaknya mempengaruhi permainan Persib yang paling kentara adalah kepergian Suchao Nuchtnum dan Hilton Moreira. Suchao harus pulang kampung di bulan Februari karena masa peminjamannya dengan tim Thailand T.O.T Electric telah habis. Suchao pilar penting di lini tengah Persib.Kepergian Suchao membuat kekuatan lini tengah Persib jelas berkurang. Hilthon Moreira harus absen sampai akhir musim karena cedera lutut yang parah. Padahal saat itu Hilthon dalam puncak performanya. Selain Suchao dan Hilthon ada satu bintang lagi yang pergi yaitu Sintaweechai Kosin. Kiper yang memberikan jaminan keamanan di depan gawang harus pulang di bulan Maret untuk kembali ke tim asalnya Chonburi FC. Tapi untuk posisi kipper ini Persib dapat pengganti yang sepadan yakni kipper timnas Markus Horrison. Sedangkan Satoshi Otomo yang didatangkan untuk menempati pos Suchao tidak sesuai harapan. Setali tiga uang dengan Budi Sudarsono yang di plot untuk mengisi kekosongan yang di tinggalkan Hilthon tidak mampu menunjukan permainan terbaiknya. Malah sebaliknya Budi kerap melakukan tindakan indisipliner yang mengganggu keharmonisan tim. Ini yang harus di benahi musim depan, Persib jangan tergantung pada 1 atau 2 pemain bintang Persib harus bermain secara tim.

SKEMA DAN KOMPOSISI YANG MONOTON
Musim ini pelatih Jaya Hartono terlalu terpaku dengan skema tradisonal 3-5-2. Jaya seakan tidak mau bereksperimen dengan skema lain yang lebih modern seperti 4-4-2 atau 4-3-3. Padahal skuad Persib diisi oleh pemain yang cocok dengan skema modern itu. Selain itu Jaya jarang sekali melakukan rotasi pemain. Hampir setiap pertandingan pemainnya itu-itu saja, kalupun ada perubahan itu karena cedera atau hukuman akumulasi kartu kuning. Dengan skema dan komposisi yang jarang berubah membuat lawan mudah membaca gaya permainan Persib. Saya tidak tahu apa yang ada dalam benak Jaya. Tapi saya hargai Jaya lebih tahu tentang tim nya.

KURANG BERUNTUNG
Dalam sepak bola tidak hanya taktik, skill, dan strategi tapi keberuntungan juga mempengaruhi hasil dalam pertandingan. Tidak sedikit tim – tim yang bermain bagus dan cantik gagal memenangkan pertandingan. Saat melawan Persipura di Makasar Persib bermain cantik dengan menciptakan banyak peluang berbahaya tapi hasilnya seri. Begitu juga saat bersua dengan Persija di Jakarta, Persib bermain dengan determinasi tinggi dan berhasil dua kali unggul atas tim tuan rumah tapi kemenangan di depan mata sirna saat di masa injury time Abanda Herman mencetak gol penyeimbang. Dalam hal ini Persib masih di jauhi Dewi Keberuntungan.

Selain dari faktor internal masih ada faktor eksternal seperti padatnya jadwal, kinerja wasit yang buruk, dan konspirasi licik lainnya dari orang – orang yang tidak suka Persib. Tapi saya malas membahas factor kedua itu. Hanya akan menimbulkan amarah dan rasa benci kepada pihak tertentu.Tahun depan Persib harus juara!!!!! Kesalahan – kesalahan yang dibuat di musim ini jangan sampai terulang di musim depan. Minimal Persib harus bisa meminimalisir kesalahan – kesalahan itu. Semoga saja Persib diridhoi oleh Nya dan lebih beruntung. Amieeeen……

LAIN TEU BISA
TAPI CAN BISA

Persib selalu di hati
Persib takkan pernah mati

Selasa, 25 Mei 2010

Sinar Eto'o Ironi Ibrahimovic

Musim panas lalu Zlatan Ibrahimovic resmi bergabung dengan Jawara Liga Spanyol Barcelona. Azulgrana harus merogoh kocek sampai 40 juta pound + Samuel Eto’o untuk mendapatkan Ibrahimovic. Saat itu Joseph Guardiola pelatih Barca seperti tidak membutuhkan lagi servis Eto’o yang selama lima musim menjadi kekuatan vital di lini depan Barca. Di pihak Inter sebenarnya manajemen dan sang presiden berupaya menahan kepergian Ibra tapi sang pemain yang ngotot ingin pindah. Akhirnya Interpun bersedia menerima tawaran Barca dan melepas Ibra.

Kecewa berat saat itu yang saya rasakan sebagai Interisti. Bagaimana tidak selam tiga musim Ibra menjadi bagian penting dalam skuad Inter. Tadinya saya berharap Manajemn Inter mendatangkan Eto’o tanpa melepas Ibra. Akan menjadi duet yang menakutkan bagi siapa saja lawan Inter jika itu terwujud. Tapi sayang kenyataan berkata lain, Ibracadabra harus pergi meninggalkan Inter.

Kekecewaan tak berhenti sampai di situ. Yang lebih menyakitkan lagi saat Ibra diperkenalkan di depan publik Camp Nou. Saat jumpa pers dengan emosional Ibra menciumi kostum Barcelona dan dia pun berkata “Saya ingin meraih gelar liga Champion dan itu hanya bisa saya dapatkan jika saya bergabung dengan tim ini”. Sontak saja saya pun mulai membenci Ibra. Apa yang dia katakana seolah – olah 3 musim bersama Inter tidak ada artinya padahal tifosi inter begitu memujanya walaupun sempat ada ketegangan. Dan secara tidak langsung Ibra telah merendahkan Inter karena tidak bisa juara Liga Champion.

Kompetisi pun bergulir, di awal musim Ibra memang lebih baik daripada Eto’o. Hampir setiap pertandingan Ibra berhasil mencetak gol. Yang paling fenomenal saat gol Ibra merobek gawang Casillas dalam duel El Classico dan itu satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan itu. Sedangkan Eto’o nampaknya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sepak bola Italia. Sampai paruh musim pertama Eto’o belum bisa menujukan kemampuan terbaiknya dan dia hanya bisa menyumbang 8 gol.

Paruh kedua kompetisi keadaan sedikit berubah penampilan Ibra menunjukan grafik menurun. Bahkan selama hampir 3 bulan Ibra mengalami kemandulan tidak bisa mencetak gol. Ibra pun dituding sebagai pemain yang malas berlari saat tampil di lapangan dan itu pun di buktikan dengan data statistik. Puncaknya permainan buruk Ibra gagal membawa Barca lolos ke final di laga semi final melawan Inter Milan, Ibra dibuat mati kutu oleh barisan pertahanan Inter. Inter pun menang dengan agregat 3-2.

Kedatangan Goran Pandev di paruh kedua merubah formasi Inter dari 4-3-1-2 menjadi 4-2-3-1. Formasi ini menempatkan Millito sebagai penyerang tunggal dan membuat Eto’o bermain agak kesamping. Posisi yang tidak ideal bagi seorang Eto’o tapi berhasil menjalankan peran barunya dengan sempurna. Memang Eto’o tidak banyak mencetak gol tapi permainannya patut mendapat acungan jempol. Eto’o tidak segan-segan turun ke belakang untuk membantu pertahanan. Permainan ciamiknya berhasil membawa Inter ke partai final dengan mengalahkan mantan timnya Barcelona di semi final.

Di laga final Eto’o berhasil mengantarkan Inter meraih mimpi selama 45 tahun dengan menjuarai Liga Champion. Inter berhasil menaklukan Munchen di laga final dengan skor 2-0 lewt gol Millito. Satu gol Millito tercipta lewat kreasi dan assist Eto’o. Eto’o seakan membuktikan kalau keputusan Barca melepasnya salah besar.

Samuel Eto’o yang di “buang” Barca berhasil bersinar bersama Inter sedangkan Ibrahimovic yang meninggalkan Inter untuk meraih gelar Liga Champion Justru meredup bersama Barcelona. Nampaknya hati kecil Ibra menyesal telah meninggalkan Inter karena Inter yang ternyata menjuarai Liga Champion. Ibra!!! Ini adalah balasan atas perlakuan anda yang merendahkan Inter. Barca pun sekarang berpikir untuk melepas anda. Kalau Anda ingin kembali ke Inter saya tidak yakin tifosi bisa menerima anda.

Senin, 24 Mei 2010

Inter Memang Pinter

Menit ke-34 Julo Ceasar menendang bola dari sarangnya jauh ke tengah lapangan. Diego Millito menyundul bola tendangan Ceasar pada menit ke-34 detik 05. Bola sundulan Millito jatuh di kaki Wesley Sneijder. Menit ke-34 detik 15 Sneijder memberikan umpan terobosan kepada Millito. Dengan dibayangi Van Buyten, Millito mengiring bola ke kotak pinalti. Sedikit gerakan menipu Millito menceploskan bola ke gawang Munchen yang dijaga kipper sarat pengalaman Joreg Butt.

Kemudian menit ke-69 detik 41 lewat serangan balik cepat Eto’o mengirim umpan manis kepada Millito. Millito menggiring bola, lewat aksi individu yang cantik berhasil melewati bek Munchen. Tendangan terarah ke tiang jauh erobek jala gawang Munche untuk kedua kalinya.

Inter Milan Juara Liga Champion Eropa musim 2009/2010 setelah di laga final di Stadion Santiago Barnabeu menaklukan Munchen 2-0 Inter bukanlah tim spektakuler seperti Bacelona tapi tim ini memiliki keseimbangan yang paling solid. Inter mengakhiri musim ini dengan sempurna meraih treble winner setelah sebelumnya berhasil meraih gelar Liga Italia dan Coppa Italia. Inter menjadi satu-satunya tim Italia yang berhasil merebut tiga gelar sekaligus.

Massimo Moratti tampak begitu emosional saat merayakan gelar ini. Wajar saja karena Inter harus menunggu sampai 45 tahun lamanya untuk mencium gelar ini. Inter memang pantas juara karena telah berhasil menumbangkan juara - juara di tiap negara. Rubin Kazan (Rusia), Chelsea (Inggris), Barcelona(Spanyol) dan akhirnya Bayern Munchen (Jeman).

Pantaslah Moratti begitu bangga, misi seorang putra dari Angelo Moratti sudah terwujud. Saat membeli Inter pada tahun 1995 gelar inilah yang paling diimpikan Moratti. Sekarang semuanya sudah terwujud, prestasi IL Grande Inter semasa ayahnya bisa disamai bahkan IL Grande Inter nya Morrati lebih hebat karena bisa meraih tiga gelar sekaligus.

Rabu, 19 Mei 2010

PSSI oh PSSI

Ada apa sebenarnya dengan PSSI??. Induk sepakbola negri ini tidak henti – hentinya melahirkan kontroversi. Tak usah saya sebutkan satu per satu karena pecinta sepak bola dalam negri pasti sudah tahu. Baru – baru ini PSSI kembali membuat keputusan yang kontroversi. PSSI akan menerapkan pelatnas jangka panjang untuk menghadapi dua event terdekat yakni Piala AFF 2010 dan Sea Games 2011.

“Saat klub – klub kalah telak di pentas AFC cup atau Liga Champions Asia, tidak ada yang ribut. Namun jika timnas gagal dunia seperti akan kiamat. Ini memang pilihan sulit, namun kami terpaksa mengambil pilihan pahit ini demi prestasi timnas.” Kata Sekjen PSSI Nugraha Basoes.

Saya hanya bisa tersenyum miris dan menggelengkan kepala dengan keputusan PSSI ini. Saya jadi bertanya – tanya kemana kiblat sepak bola Indonesia?? Di Eropa sebagai kiblat sepak bola modern saat ini, tidak ada istilah pelatnas jangka panjang. Timnas yang baik terlahir dari kompetisi yang baik pula. Jika kiblat kita ke Eropa benahi dulu kompetisi kita untuk menciptakan timnas yang tangguh.

Penyelenggaraan kompetisi Liga Indonesia atau sekarang lebih dikenal Liga Super Indonesia bisa dibilang kurang memuaskan. Jadwal yang dibuat oleh BLI tidak tersusun secara rapi dan begitu padat. Dalam satu bulan klub bisa bertanding sampai 6 - 7 kali dari yang normalnya 4 kali. Masa jeda istirahat pun tidak pasti ada klub yang masa istirahatnya cuma 2 hari ada juga klub yang istirahatnya sampai satu minggu lebih. Terkadang jadwal itu berbenturan dengan kalender timnas sehingga harus di jadwal ulang.Jelas sekali ini merugikan klub dan pemain. Dengan jadwal yang begitu padat itu pemain susah untuk menjaga kondisi fisiknya dan juga rentan cedera.

Bandingkan dengan sepak bola di mayoritas negara Eropa. Jadwal tersusun secara rapi, pertandingan dilangsungkan tiap akhir pekan. Perubahan jadwal hanya terjadi karena gangguan alam. Tidak ada tumpang tindih dengan kalender timnas dan Liga Champion Eropa. Dengan begitu para pemain bisa menjaga kondisi fisiknya dengan baik dan bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat bertanding. Saya yakin seorang Leo Messi akan kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaiknya jika berada di kompetisi yang super padat seperti LIga Super Indonesia.

PSSI dalam hal ini BLI harus memperbaiki kinerja wasit. Klub - klub peserta Liga Super Indonesia sering mengeluhkan kinerja wasit yang buruk. Korps berbaju hitam ini seakan - akan tidak mengetahui Laws of The Game sepak bola. Peraturan - peraturan dasar seperti off side atau play on seperti tidak diketaui oleh para pengadil lapangan itu. Yang lebih ironis lagi di Liga Super Indonesia wasit tidak memiliki wibawa. Wasit takut kepada pemain bukan pemain yang takut kepada wasit. Wasit - wasit cenderung kurang tegas dalam mengambil keputusan. Protes - protes pemain terkadang mempengaruhi keputusan wasit.

Saya jadi teringat kualifikasi Piala Asia saat Indonesia menghadapi Oman. Saat itu Indonesia sedang membutuhkan nilai untuk bersaing lolos ke putaran final Piala Asia. Asa mulai mencuat saat Budi Sudarsono mencetak gol ke gawang Oman yang di kawal Al Habsyi kiper Blackburn Rovers Inggris. Tapi pelanggaran yang tidak perlu yang di lakukan oleh Ismed Sofyan berbuntut kartu merah. Dengan sepuluh pemain Indonesia tidak bisa mempertahankan keunggulan sehingga tiga poin di kandang pun sirna. Pelanggaran yang dilakukan Ismed sudah biasa dilakukan pemain yang beredar di Liga Super Indonesia. Dan wasit pun jarang memberikan hukuman yang tegas kepada pemain, sehingga kebiasaan itu terbawa oleh pemain ke tingkat internasional.

Selain itu PSSI juga harus membongkar mafia wasit yang saat ini mulai mencuat. Pengakuan dari manajer Persekabpas tentang mafia wasit ini harus di telusuri lebih dalam. Mafia wasit ini merupakan masalah besar yang harus diberantas sampai ke akar - akar nya. PSSI jangan setengah - setengah dalam kasus ini. Tim pencari fakta yang di bentuk PSSI sampai sejauh ini belum menunjukan kinerja yang bagus dalam memberantas kasus ini.

Wasit kita harus memiliki wibawa yang tinggi jangan takut kepada pemain seharusnya pemain yang takut kepada wasit dan harus terbebas dari tekanan tim tuan rumah. Wasit yang berkwalitas akan menjadi salah satu stimulus bagi klub - klub untuk berprestasi lebih baik. Pelatnas jangka panjang tidak akan menjamin timnas yang tangguh. Para pemai membutuhkan atmosfer kompetisi yang berkwalitas. Benahi dulu kompetisi kita untuk Timnas yang lebih tangguh.

Selasa, 18 Mei 2010

VIKING JAKARTA

Dukung PERSIB dimana pun kami berada bahkan dikandang lawan sekalipun.
Munculnya Viking Jakarta sebenarnya tidak jauh dari Viking Jabodetabek, karena kami masih satu induk dengan Viking Jabodetabek. Viking Jakarta adalah sub-distrik dari Viking Jabodetabek, sama halnya seperti Viking Bogor, Viking Bekasi, Viking Tangerang atau pun Viking Depok. Hanya kebetulan domisili kami benar-benar di Jakarta. Dalam Viking Jakarta, tidak ada struktur kepengurusan karena kami masih mengacu kepada kepengurusan Viking Jabodetabek, tapi ada yang diseniorkan atau dituakan. Selama ini semua anggota yang ada kurang lebih ada sekitar 80 orang. Jumlah tersebut masuk dalam keanggotaan Viking Jabodetabek yang hampir mencapai 400 anggota, jadi anggota yang Viking Jakarta hampir 20% dari Viking Jabodetabek.

Kami hadir karena kesamaan dalam hal domisili dan juga dalam kesetiaan dalam mendukung sang idola, PERSIB BANDUNG. Kami adalah keluarga dalam organisasi ini terlebih lagi kami berada diperantauan dan juga di kota yang notabene ada supporter yang merupakan musuh bebuyutan Viking Persib Club, maka kami selalu melakukan kegiatan rutin seperti futsal untuk merapatkan barisan dan mempererat kekeluargaan diantara kami, bahkan mengenalkan bagi yang belum mengenal satu dengan yang lain.
Seperti halnya keluarga tentunya masing-masing karakter dalam keluarga berbeda, karena individu yang ada didalam wadah Viking Jakarta berasal dari berbeda asalnya, bukan hanya warga Sunda, ada juga warga asli Betawi, ada juga yang berasal dari Yogyakarta atau pun dari Medan. Maka dari itu untuk menfasilitasinya kami cukup sering melakukan beberapa pertemuan baik itu dalam futsal atau pun sekedar bermain Playstasion dikediaman Ketua Viking Jabodetabek (Kang Janu). Hubungan seperti inilah yang akan membuat kami Viking Jakarta akan selalu eksis dibawah bendera Viking Jabodetabek.

Bagi kami menjaga nama baik PERSIB BANDUNG adalah suatu kehormatan. Kami akan selalu BIRU walaupun berada di daerah ORANGE, karena akan terus mendukung sang idola, PERSIB BANDUNG, dimanapun dan kapanpun, walaupun didaerah musuh sekali pun karena kami BANGGA menjadi Bobotoh PERSIB BANDUNG, nama tersebut akan kami bela sampai kapan pun.
THIS IS VIKING JAKARTA
The Real Front Line from PERSIB Bandung, stay BLUE behind the enemy lines……
“Siapa bilang Indonesia Arema (A ji g)
Indonesia milik kita semua
Yang bilang Indonesia Arema (A ji g)
Itu orang yang tidak sekolah”

Nyanyian di atas akhir – akhir sering terdengar dinyanyikan Viking di setiap pertandingan kandang Persib. Saya pribadi menyesalkan nyanyian tersebut. Apa motivasi kalian menyanyikan lagu ini padahal lawan yang dihadapi Persib bukan Arema. Lagu itu tidak akan menjatuhkan mental bertanding lawan. Lagu itu tidak akan menambah semangat bertanding pemain Persib. Lagu itu hanya akan menimbulkan permusuhan baru.

Apakah tidak cukup kita bermusuhan dengan The Jak?? Apakah karena Aremania teman The Jak sehingga kita harus memusuhinya?? Atau karena Aremania musuh Bonek (sahabat kita) sehingga kita harus memusuhi mereka juga?? Tidak seperti itu sobat…Kita bersahabat dengan Bonek bukan berarti kita harus memusuhi Aremania. Track record kita dengan Aremania sejauh ini tidak pernah ada masalah yang besar. Seharusnya kita bisa menjadi mediator antara Bonek dan Aremania supaya mereka bisa berdamai. Bonek dan Aremania sama – sama orang Jawa Timur, mereka masih bisa bersatu.

Ingatlah sobat pepatah kuno“ Satu musuh terlalu banyak, seribu teman terlalu sedikit” . Mungkin diantara kalian yang pernah tour ke Surabaya merasakan betapa indahnya kebersamaan dengan Bonek dan tidak menutup kemungkinan itu terjadi antara kita dengan Aremania. Cukuplah kita bermusuhan dengan The Jak karena mereka memang pantas untuk di musuhi. Jika saya petinggi Viking saya tidak akan malu meminta maaf kepada Aremania dan mengundang mereka saat Persib menjamu Arema.

PERSIB SELALU DI HATI
PERSIB TAK KAN PERNAH MATI