Laman

Jumat, 16 Juli 2010

SUPPORTER

Dalam sepuluh tahun terakhir ini sepakbola Indonesia menunjukan grafik yang menurun. Janganlah kita berbicara tingkat Asia, tingkat Asean saja Indonesia sudah mulai keteteran dengan kemajuan yang ditunjukan oleh sesama negara tetangga. Salah satu contohnya Indonesia dalam Piala Tiger yang kini menjadi Piala AFF selalu mudah masuk final, walaupun selalu kalah di partai puncak itu. Sekarang untuk lolos ke semifinal saja Indonesia sudah terengah-engah.

Jika dulu Indonesia menjadikan Vietnam, Laos, Kamboja, Filipina, Brunei sebagai lumbung gol sekarang sudah tidak bisa lagi. Negara-negara itu menunjukan grafik yang meningkat terutama dua nama terdepan. Vietnam dengan mengejutkan banyak pihak berhasil menjuarai Piala AFF terakhir dengan menghancurkan raksasa Asia Tenggara Thailnad. Vietnam juga berhasil melangkah lebih jauh dari Indonesia dalam Kualifikasi Pilala Dunia 2010.

Yang paling mengejutkan dan menusuk hati supporter Indonesia adalah kemajuan Laos. Dalam pergelaran Sea Games terakhir Indonesia dikalahkan oleh Loas 2 gol tanpa balas. Kenyataan yang sangat menyakitkan karena dalam sejarah sepak bola Indonesia, Laos tidak pernah bisa mengalahkan Indonesia.

Ada apa dengan sepak bola Indonesia?? Banyak faktor yang menyebabkan sepakbola Indonesia seprti terjun payung. Banyak yang berkata “ Sepak bola Indonesia tidak akan maju karena supporter nya suka pada rusuh” atau “Supporter di Indonesia kampungan, kalau tim kesayangnnya kalah pasti rusuh, wajar saja sepak bola nya tidak maju-maju.”

Harus diakui supporter klub Liga Indonesia selalu berbuat rusuh yang menjurus anarkis, tidak hanya supporter berbeda tim tapi juga supporter dengan tim yang sama. Tak perlu disebutkan lagi kerusuhan yang ditimbulkan oleh mereka. Semua orang sudah tahu bagaimana Viking vs The Jakwaria ataupun Aremania vs Bonek. Tidak hanya 4 kelompok terbesar itu, kelompok lainnya pun selalu berulah.

Tapi perlu ditekankan KETERPURUKAN SEPAKBOLA INDONESIA BUKAN KARENA SUPPORTERNYA YANG SUKA RUSUH. Tulisan ini bukan merupakan pembenaran bagi kerusuhan yang selalu ditimbulkan oleh supporter di Indonesia. Segala bentuk kerusuhan itu adalah hal negative apapun alasannya.

Jika kita berkaca kepada sepak bola Eropa, sepakbola yang sudah sangat maju. Supporter di benua biru itu justru lebih keras dan lebih gila. Di Eropa semua orang sudah tahu reputasi buruk Hooligan dan Ultras. Hooligan merupakan sebutan untuk supporter Inggris dan Ultras sebutan untuk supporter Italia. Dan kemudian nama itu diadopsi oleh negara-negara lain di Eropa bahkan sampai ke Asia. Saya tidak akan menjelaskan lebih jauh lagi tentang Hooligan dan Ultras silahkan saja liat video di bawah ini dan anda nilai sendiri.





Terakhir bagi kalian yang menganggap keterpurukan sepak bola Indonesia karena ulah supporternya, Kalian SALAH BESAR!!!!. Selama Rezim NH berkuasa di PSSI sampai kapanpun sepakbola Indonesia tidak akan maju. Rezim NH tidak benar-benar mencintai sepakbola mereka hanya menjadikan PSSI sebagai kendaraan politik untuk mencapai tujuan pribadi dan golongannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar