
Kompetisi Liga Super Indonesia akan segera datang dan menjadi tantangan bagi Persib Bandung. Tapi sampai sejauh ini Manajemen masih belum menentukan siapa yang akan menjadi arsitek Persib musim depan. Alasan yang diapungkan oleh manajemen memang masuk akal, jika terburu-buru menentukan pelatih untuk musim depan takutnya mengganggu konsentrasi tim yang sedang berjuang untuk merebut gelar tersisa Piala Indonesia.
Kehadiran Daniel Darko Janakovic memang sedikit memberikan gambaran siapa yang akan melatih persib musim depan. Sepertinya hanya menunggu waktu saja bagi Daniel untuk menjadi pelatih kepala Persib. Saya bisa pastikan 75% Daniel akan menjadi pelatih Persib musim depan. Kenapa?? Karena Daniel adalah pilihan dari Konsorsium Peduli Persib yang selama ini menjadi sumber dana bagi Persib. Selain itu Daniel adalah rekomendasi dari pelatih top dunia Bora Milyutinovic yang berhasil membawa beberapa negara berlaga di Piala Dunia.
Seandainya Daniel jadi menukangi Persib musim depan, selain dia harus memenuhi persyaratan seperti yang saya tulis di postingan sebelum ini dia juga harus menganggap sepak bola seperti perang. Dalam peperangan sebelum kita menghancurkan kota musuh kita harus menhancurkan psikis atau kejiwaan pasukan lawan. Sun Tzu dalam karyanya Ping-fa (The Art of War) menulis. "Semua perang", katanya. "berdasarkan pengelabuan. Oleh karena itu, ketika mampu menyerang, kita harus terlihat tidak berdaya, ketika kita menggunakan kekuatan, kita harus terlihat tidak aktif, ketika kita dekat, kita harus membuat percaya bahwa kita sangat jauh, ketika kita berada jauh, kita harus membuat mereka yakin kita dekat. Tahan musuh, munculkan kekakaucan dan serang mereka".
Memang bisa dimengerti oleh akal kenapa kita harus menghancurkan atau sekedar mengacaukan mental lawan terlebih dahulu. Karena di saat lawan sedang lengah secara mental kita akan mudah menghancurkan lawan. Untuk melakukan hal tersebut sang pelatih dalam hal ini Daniel bisa menggunakan teknik propaganda.
Ada 7 Teknik Propaganda yang terkenal (disadur dari buku The Fine Art of Prapaganda, Alfred McClung Lee & Alizabeth Briant Lee, 1939)
1. Name Calling, teknik memberikan label buruk pada sesuatu gagasan/orang/lembaga supaya sasaran tidak menyukai atau menolaknya.
2. Glittering Generality, teknik menghubungkan sesuatu dengan ‘kata yang baik’ dipakai untuk membuat sasaran menerima dan menyetujui sesuatu tanpa memeriksa bukti-bukti.
3. Transfer, teknik membawa otoritas, dukungan, gengsi dari sesuatu yang dihargai dan disanjung kepada sesuatu yang lain agar sesuatu yang lain itu lebih dapat diterima.
4. Testimoni (kesaksian), teknik memberi kesempatan pada orang-orang yang mengagumi atau membenci untuk mengatakan bahwa sebuah gagasan atau program atau produk atau seseorang itu baik atau buruk.
5. Plain Folks, teknik propaganda yang dipakai pembicara propaganda dalam upaya meyakinkan sasaran bahwa dia dan gagasan-gagasannya adalah bagus karena mereka adalah bagian dari ‘rakyat’.
6. Card Staking, meliputi pemilihan dan pemanfaatan fakta atau kebohongan, ilustrasi atau penyimpangan, dan pernyataan-pernyataan logis atau tidak logis untuk memberikan kasus terbaik atau terburuk pada suatu gagasan, program, orang, atau produk. Teknik ini memilih argument atau bukti yang mendukung sebuah posisi dan mengabaikan hal-hal yang mendukung posisi itu. Argument-argumen yang dipilih bisa benar atau salah.
7. Bandwagon, teknik ini digunakan dalam rangka meyakinkan kepada sasaran bahwa semua anggota suatu kelompok (di mana sasaran menjadi anggotanya) menerima programnya, dan oleh karena itu sasaran harus mengikuti kelompok dan segera menggabungkan diri pada kelompok.
Saya kagum dengan Jose Mourinho yang saat ini menangani Real Madrid raksasa Spanyol dan Eropa. Terlepas dari tingkah lakunya yang menurut banyak orang krontroversial, dia adalah pelatih yang mampu menerapkan teknik propaganda dengan elegan untuk mengacaukan konsentrasi lawan.
Selama ini saya belum melihat pelatih Persib yang bisa mengacaukan kejiwaan lawan dengan teknik propaganda. Semoga saja Daniel menjadi pelatih pertama yang melakukan hal tersebut dengan elegan dan tidak kampungan. Semoga saja musim depan di tangan Daniel, Persib bisa meraih kembali mahkotanya yang telah lama hilang.
LAIN TEU BISA
TAPI CAN BISA
Persib Selalu di Hati
Persib Takkan Pernah Mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar