Laman

Minggu, 15 Agustus 2010

Peluang MU

Di era Premier League terkait dengan perebutran gelar The Shield pernah muncul pola yang memperlihatkan bahwa pemenang The Shield cenderung tidak bisa menjuarai Premier League. Fakta ini berubah seiring datangnya taipan minyak asal Rusia Roman Abramovich pada musim 2003/2004. Abramovich menjadikan Chelsea tim bertabur bintang yang sangat disegani. Pada musim 2005/2006 The Blues tercatat bisa mengawinkan gelar The Shield dengan mahkota Premier League. Sejak saat itu muncul pola baru yaitu tim yang menjuarai Community Shield berhasil merebut trofi Premiership. Kecuali pada musim 2006/2007 saat Liverpool juara The Shield tapi trofi Premiership direbut MU.

Community Shield musim ini telah digelar dan MU sebagai Juaranya setelah mengalahkan Chelsea 2-0. Walaupun menjuarai The Shield MU belum pasti bisa meraih gelar Premiership seperti pada musim 2007/2008 & 2008/2009 saat mereka mengawinkan gelar The Shield dengan Premiership. Musim ini dipastikan akan lebih berat dari musim lalu. Calon Juara tidak hanya di kuasai lagi oleh 2 atau 3 klub tapi menjadi 5 klub. Chelsea, MU, Arsenal, Liverpool, dan Man City. MU harus lebih berhati-hati dan penuh konsentrasi menhadapi musim ini.

Chelsea walaupun ditinggal Ballack, Deco, Joe Cole masih menjadi favorit terkuat juara. Chelsea memang kurang “garang” dalam bursa transfer mereka hanya mendatangkan Yossi Benayoun dari Liverpool dan Ramires gelandang muda berbakat asal Brazil. Tapi dengan skuad lama yang rata-rata membela Chelsea lebih dari 3 musim akan menjadikan permainan Chelsea lebih padu karena pemainnya sudah saling mengenal satu sama lain. Arsenal pun akan menghadirkan terror bagi MU, skuad muda Arsene Wenger ini lebih matang dan dewasa dari musim lalu. Perginya Eduardo tidak berpengaruh karena mereka dapat penggantinya dalam diri Maroune Chamakh yang diyakini akan bersinar bersama Arsenal.

Liverpool pun demikian mereka sangat ingin mengakhiri puasa gelar Premiership. Walaupun mereka sempat diterpa krisis kepemilikan tapi pelatih Roy Hodgson berhasil menggaet Joe Cole dari Chelsea dan mempertahankan Gerrard dan Torres yang selalu diisukan akan hengkang dari Anfield. Keadaan ini membuat kamar ganti The Kop menjadi harmonis, ketiga pemain itu akan menjadi kunci bagi Liverpool untuk meraih gelar. Satu lagi yang akan membuat musim ini lebih sulit ditebak siapa juaranya adalah kekuatan uang Man City. Tim sekota MU ini begitu royal dalam membeli pemain. The Citizen tecatat menghabiskan 80 juta pound (Rp 1,1 triliun) untuk membeli David Silva, Boateng, Kolarov, dan Yaya Toure. Pengeluaran City masih bisa bertambah mengingat mereka masih bernegosiasi untuk pembelian Ibra dan Balloteli. Kehadiran para pemain bintang di tubuh Man City menjadikan mereka berpeluang meraih gelar Premier League.

Belum lagi tim-tim seperti Tottenham, Aston Villa, Fulham ataupun Brimingham diyakini akan membuat jalan MU untuk mengawinkan gelar The Shield dan Premiership menjadi lebih berat. Tapi dalam sepakbola semuanya masih bisa terjadi. Kita lihat saja setelah 38 pertandingan digelar. Siapapun juaranya dipastikan tidak akan mudah meraihnya.

Kamis, 12 Agustus 2010

Hanya Ada di Indonesia

Ya itulah judul yang pantas untuk apa yang terjadi di final Piala Indonesia yang berlangsung di Solo tgl 1 Agustus lalu. Sepak Bola Indonesia selalu saja menghadirkan kontroversi daripada prestasi yang bisa dibanggakan. Apa yang terjadi di Solo merupakan tanda kalau PSSI sudah tidak memiliki lagi wibawa di mata institusai lainnya di negri ini. Seperti kita tahu dalam pertandingan final yang mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan Arema Malang sempat terhenti hampir satu jam lamanya.

Pada saat itu Kapolda Jateng Irjen Polisi Alex Bambang Riatmodjo meminta pergantian wasit. Menurut Alex,  wasit Jimmy Natpitupilu asal Jakarta yang memimpin jalannya pertandingan final itu berat sebelah. Kejadian bermula saat striker Arema asal Singapura Noh Alam Shah melakukan tendangan kung fu yang membahayakan pemain bertahan Sriwijaya FC. Jimmy pun langsung menghadiahi Along kartu merah. Keputusan Jimmy ini memancing kemarahan Aremania yang memadati stadion Manahan Solo. Oknum Aremania melakukan pelemparan ke dalam lapangan pertandingan dan merusak fasilitas Stadion Manahan Solo.

Pada saat jeda babak pertama dengan alasan keamanan Kapolda Jateng meminta pergantian wasit. Permintaan ini sontak membuat kaget perangkat pertandingan dan wasit Jimmy sendiri. Benar-benar memalukan!!!! Kapolda Jateng itu mengaku menyukai sepak bola tapi nampaknya dia tidak mengerti peraturan dalam sepak bola. Dalam Law of the game wasit dalam sebuah pertandingan bisa digambarkan seorang raja yang absolut tidak ada yang bisa menurunkannya dari singgasana. Jangankan Kapolda, Presiden sekalipun tidak bisa mengganti wasit. Perggantian wasit hanya terjadi bila wasit yang memimpin pertandingan tidak mampu melanjutkan tugasnya karena sakit itu pun harus ada surat keterangan dari Dokter.

Apapun alasannya apa yang dilakukan oleh Kapolda Jateng itu menambah aib sepakbola kita. Ini hanya benar-benar terjadi di Indonesia. Saat babak 16 besar Piala Dunia 2010  yang mempertemukan Inggris vs German terjadi kontroversi saat gol Lampard tidak di sahkan wasit, tapi kepolisian setempat tidak meminta pergantian wasit. Padahal saat itu stadion dipadati oleh Hooligan Inggris yang terkenal tukang rusuh. Contoh lainnya semifinal Liga Champion antara Chelsea vs Barcelona. Dalam pertandingan itu terjadi 4 kali pelanggaran yang sangat jelas di kotak pinalti Barca tapi wasit tidak menunjuk titik putih. Saat itu pun kepolisian London tidak meminta pergantian wasit.

Polisi itu dilatih untuk menghadapi situasi – situasi genting, kenapa harus takut dengan kerusuhan????? Bila memang terjadi kerusuhan bertindak tegaslah pada pelaku kerusuhan itu. Contohlah kepolisian Inggris dalam menindak para Hooligan. Kepolisian Inggris membentuk satuan anti Hooligan.

Kejadian memalukan ini jangan sampai terulang lagi dikemudian hari. Kepolisian harus mengetahui batas-batas kekuasaan mereka yang tidak bisa memasuki ranah sepak bola. Begitu juga dengan PSSI yang harus terus berbenah dalam berbagai aspek untuk kemajuan sepakbola Indonesia

 

ACAB

PSSI BANGSAT

Raul Gonzalez

Pagi ini saya membaca tabloid sepakbola yang sudah cukup lama dan terkenal di negeri ini. Berita-berita dalam tabloid ini terbilang up to date ditambah penyajiannya yang menarik semakin memanjakan mata. Tabloid mingguan yang dipimpin oleh Adrian. S. Herlambang ini selalu mengupas profil pemain bintang di halaman 16 & 17. Edisi kali ini mengupas tentang Raul Gonzalez sang Pangeran Madrid.

 Jika kita berbicara tentang Raul Gonzalez Blanco maka kita berbicara tentang legenda hidup Real Madrid. Sang Pangeran Madrid yang lahir 27 Juni 1977 ini menghabiskan 16 tahun karir sepakbolanya bersama Real Madrid. Lebih istimewa lagi 16 tahun itu menghasilkan 16 trofi bagi el Real. Rinciannya 3 Liga Champion Eropa, 6 La Liga, 2 Piala Dunia Antar Klub, 1 Super Eropa, 4 Super Spanyol

 Saat ini sang Pangeran Madrid telah berganti status menjadi Kaisar Schalke 04. Hari Senin (26/7) Raul telah resmi meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan klub Jerman yang ambisius Schalke 04. Tangisan dan teriakan haru seakan meledak saat puluhan ribu Madridistas melepas kepergian Sang Pangeran.

 Raul merupakan sosok seorang fenomena yang harus dijadikan contoh oleh para pemain muda saat ini. Selain prestasi yang hebat Raul juga adalah pribadi yang benar-benar hebat. Raul orang yang santun baik di luar maupun di dalam lapangan. Selama berkarir 16 tahun di Real Madrid Raul adalah pemain yang tak pernah mendapatkan kartu merah dari pengadil lapangan. Selain itu Raul pernah tidak mendapat satupun kartu kuning selama lebih dari 2 musim. Hal ini membuat Raul dijuluki The Gentleman of fair play. Catatan yang menakjubkan jika melihat jumlah penampilan Raul yang mencapai 741 laga resmi di semua ajang bersama Los Galacticos.

 Ada fakta menarik tentang kehidupan keluarga Raul Gonzalez. Raul mencintai sepak bola melebihi segalanya. Saking cintanya pada sepak bola Raul rela meniggalkan Istana Barnebau untuk selalu bermain bersama Schalke 04. Raul punya cara unik menunjukan rasa cintanya kepada sepak bola. Kelima nama anaknya, 4 laki-laki, 1 perempuan terinspirasi oleh nama-nama legenda sepak bola dunia.

 Anak pertama Jorge Raul lahir pada 25 Februari 2000. Raul memberi nama Jorge tak lain sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa Jorge Valdano (legenda Madrid) diawal karirnya. Valdano merupakan tokoh sentral di awal Raul meniti karir sepak bolanya. Valdano memberi kepercayaan kepada Raul untuk bermain di tim utama saat masih berusia 17 tahun. Anak kedua yang lahir 20 November 2002 diberi nama Hugo. Nama ini tak lepas dari kekaguman Raul kepada Hugo Shanchez.Begitupun dengan si kembar Mateo dan Hector yang lahir pada 17 November 2005. Hector diambil dari nam Hector Rial legenda Madrid lainnya, sedangkan Mateo terinspirasi dari legenda Jerman dan striker terbaik sepanjang massa Bsyern Munchen Lothar Matthaus. Sedangkan satu-satunya anak perempuan diberi nama Maria Gonzalez Redondo lahir pada 4 desember 2009. Nama Redondo diambil dari gelandang andal Madrid dan Spanyol Fernando Redondo.

Senin, 09 Agustus 2010

Bagaimana Nasibmu Kaka

Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Kaka didatangkan oleh Presiden Real Madrid Florentino Perez dari AC Milan pada tahun 2009 dengan nilai transfer mencapai 68,5 juta euro atau setara dengan sekitar Rp. 808,7 miliar. Kaka didatangkan Perez dalam proyek Los Galacticos jilid 2 bersama Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Raul Albiol, dan Xabi Alonso. Kaka yang bersinar bersama AC Milan dengan mengantarkan tim kota mode Italia itu menjuarai Liga Champion 2005 dan 2007 gagal menunjukan sinarnya bersama Real Madrid.

Musim lalu di bawah arahan Manuel Pellegrini pilar Brazil di Piala Dunia 2010 ini hanya bermain 25 laga dari 35 jornada. Rinciannya 21 sebagai starter dan 4 sebagai pengganti. Catatan yang kurang bagus untuk pemain berbandrol 68,5 juta euro. Problem cedera lah yang membuat Kaka tidak bisa menunjukan performa terbaiknya. Kaka mengalami hernia dan cedera tulang selangkangan. Sampai saat ini pun cedera Kaka belum sembuh total.

Kaka kembali bergabung ke tim Madrid yang sedang pemusatan latihan di Los Angles Amerika dengan membawa surat rekomendasi dari tim dokter Brazil di Piala Dunia 2010. Surat rekomendasi itu menyatakan Kaka belum sembuh total dari cederanya. Menurut Dr kenamaan di Spanyol Dr. Gonzalez, hanya ada satu cara agar Kaka bisa pulih total dari cederanya yakni naik meja operasi. Resikonya Kaka harus absen 2-4 bulan untuk pemulihan. Ini merupakan kerugian yang besar bagi Real Madrid mengingat besaran gaji Kaka yag mencapai Rp. 1,95 miliar per minggu. Seandainya Madrid tidak melakukan operasi, kondisi fisik Kaka diperkirakan tidak lebih dari 85% kondisi normal. Sedangkan dasar melatih Mourinho, hanya akan pemain yang kondisi fisiknya 100%

Kondisi ini tak pelak membuat Kaka diprediksi akan mengikuti jejak Raul Gonzalez, Guti Hernandez, dan Crishthop Metzelder yang sudah lebih dulu angkat kaki dari Real Madrid. Saat ini Mourinho membutuhkan seorang bek kanan dan striker murni. Opsi pertama yang mungkin adalah tukar guling dengan striker Barcelona Zlatan Ibrahimovic. Pemain berjuluk Ibracadabra ini pernah bekerja sama dengan Mourinho ketika masih di Inter Milan. Ibra juga tidak mendapat jaminan sebagai pemain inti di Barca seirin dengan kedatangan David Villa di awal musim. Tapi kemungkinan ini tergantung keputusan manajemen Barcelona.

Opsi kedua adalah menerima tawaran dari Manchester City atau Chealseauntuk Kaka. Walau tampil mengecewakan di musim lalu, Madrid masih bisa menjaga nilai juak Kaka di kisaran 30 juta euro. Hasil dari penjualan Kaka bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan Maicon dari Inter Milan yang sampai proses negosiasinya masih a lot. Selain itu alokasi gaji Kaka bisa dialihkan untuk menggaji Maicon yang meminta Rp. 75 miliar pertahun.

Bursa transfer masih terbuka lebar sampai akhir Agustus. Berbagai kemungkinan masih bisa terjadi termasuk bertahannya Kaka di Estadio Barnebau. Seandainya Madrid menjual Kaka, public akan mencap pembelian Kaka sebagai pembelian yang gagal mengingat kontribusi Kaka yang minim di musim lalu. Cap gagal ini merupakan aib bagi Presiden Madrid Florentino Perez yang paling bernafsu mendatangkan Kaka pada tahun 2009.

Selasa, 03 Agustus 2010

Isu Transfer Fabregas

Liga – liga top di daratan Eropa akan segera dimulai. Hanya hitungan minggu untuk kita menyaksikan seniman lapangan hijau kembali beraksi. Seperti tahun-tahun sebelumnya masa pra musim selalu dihangatkan oleh bursa transfer pemain. Tim-tim kaya Eropa berlomba-lomba untuk meminang pemain incarannya. Salah satunya jawara la liga spanyol Barcelona. Setelah sukses mendatangkan David Villa dari Valencia kini El Barca mencoba “mengajak pulang” mantan pemain muda mereka yang kini berseragam Arsenal Cesc Fabregas. Seperti kita ketahui Cesc Fabregas merupakan produk didikan akademi Barcelona Junior.

Sebelum gelaran Piala Dunia 2010 Afrika Selatan digelar El Barca sudah menyatakan keinginannya untuk memboyong Fabregas ke Camp Nou. Setelah Piala Dunia selesai dan menghadirkan juara baru yaitu Spanyol, keinginan El Barca semakin nyata saja. Keinginan Azulgrana nampaknya tidak bertepuk sebelah tangan karena sang pemain pun nampaknya berminat kembali ke kampung halamannya. Itu tergambar saat Skuad Spanyol merayakan gelar juara dunia mereka yang pertama. Saat itu Fabregas nampak memakai kaos Barcelona.

Tapi menurut analisa saya, kemungkinannya kecil untuk saat ini Fabregas merapat ke Camp Nou. Arsene Wenger pelatih Arsenal tidak akan melepaskan jantung permainan Arsenal ini. Wenger masih sangat membutuhkan tenaga Fabregas untuk mengakhiri puasa gelar selama 6 musim terahkhir ini. Kalaupun dilepas pastinya pihak Arsenal akan mematok harga yang tinggi untuk Fabregas. Sedangkan saat ini El Barca sedang mengalami krisis finansial itu ditunjukan dengan nilai hutang klub sebesar hampir Rp. 5 triliun. Jika Arsenal benar-benar mematok harga tinggi sepertinya El Barca akan berpikir ulang untuk mendatangkan Fabregas.

Faktor lain yang membuat kepindahan Fabregas akan gagal adalah skuad Barcelona saat ini. Di bawah arahan Guardiola Barcelona masih menggunakan formasi 4-3-3 dengan 3 orang gelandang yaitu Xavi, Iniesta, dan Sergio Basquet. Posisi gelandang bertahan sepertinya akan menjadi milik Sergio Basquet, cukup riskan mengganti Basquet yang sudah menyatu dengan tim oleh Fabregas. Xavi dan Iniesta posisi mereka tak tergantikan jika mereka tidak diserang cedera. Lantas mau di mana Fabregas dengan formasi itu?? Menjadi pemain cadangan seperti di timnas Spanyol??? Ironis seandainya pemain muda sekelas Fabregas duduk manis di bangku cadangan.

Tapi dalam sepak bola tidak ada yang tidak mungkin. Semua kemungkinan akan terjadi sebelum jendela transfer ditutup. Apapun yang terjadi pada Fabregas baik tetap bertahan di London Utara ataupun kembali pulang ke Barcelona, semoga saja dia masih bisa memanjakan para pecinta sepak bola dengan permainan cantiknya.