Ya itulah judul yang pantas untuk apa yang terjadi di final Piala
Pada saat itu Kapolda Jateng Irjen Polisi Alex Bambang Riatmodjo meminta pergantian wasit. Menurut Alex, wasit Jimmy Natpitupilu asal
Pada saat jeda babak pertama dengan alasan keamanan Kapolda Jateng meminta pergantian wasit. Permintaan ini sontak membuat kaget perangkat pertandingan dan wasit Jimmy sendiri. Benar-benar memalukan!!!! Kapolda Jateng itu mengaku menyukai sepak bola tapi nampaknya dia tidak mengerti peraturan dalam sepak bola. Dalam Law of the game wasit dalam sebuah pertandingan bisa digambarkan seorang raja yang absolut tidak ada yang bisa menurunkannya dari singgasana. Jangankan Kapolda, Presiden sekalipun tidak bisa mengganti wasit. Perggantian wasit hanya terjadi bila wasit yang memimpin pertandingan tidak mampu melanjutkan tugasnya karena sakit itu pun harus ada
Apapun alasannya apa yang dilakukan oleh Kapolda Jateng itu menambah aib sepakbola kita. Ini hanya benar-benar terjadi di
Polisi itu dilatih untuk menghadapi situasi – situasi genting, kenapa harus takut dengan kerusuhan????? Bila memang terjadi kerusuhan bertindak tegaslah pada pelaku kerusuhan itu. Contohlah kepolisian Inggris dalam menindak para Hooligan. Kepolisian Inggris membentuk satuan anti Hooligan.
Kejadian memalukan ini jangan sampai terulang lagi dikemudian hari. Kepolisian harus mengetahui batas-batas kekuasaan mereka yang tidak bisa memasuki ranah sepak bola. Begitu juga dengan PSSI yang harus terus berbenah dalam berbagai aspek untuk kemajuan sepakbola
ACAB
PSSI BANGSAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar